Nilai Predikat Inovatif Kabupaten Berau Masih Rendah, Wabup Gamalis : Skor Nilai Harus Bisa Naik
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kabupaten Berau sebelumnya masih masuk dalam predikat
daerah yang kurang inovatif. Namun pada 2023 berhasil memperoleh predikat
inovatif. Meskipun di awal predikat yang disandang nilainya masih tergolong
rendah, yakni 39.75, namu langkah kemajuan telah di capai.
“Sudah ada
kemajuan , karenanya kedepan perlu mendapat perhatian SKPD untuk melahirkan
berbagai Inovasi Daerah,” kata Wakil Bupati (Wabup) Berau Gamalis saat
membuka sosialisasi Cerianya Berau dan
Bimtek Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Pusat Jejaring Inovasi
Daerah (Puja Indah) 2024 di Gedung RPJPD, Jalan AP Pranoto, Kamis (12/09/2024).
Acara yang dihadiri
Asisten III Maulidiyah mewakili Sekretaris Daerah, Kepala Bapelitbang Berau
Endah Ernany Triariani, Narasumber Jonggi dan tim, para Kepala SKPD dan peserta
sosialisasi lainya.
Dalam
kegiatan itu Wabup menyampaika optimisannya bahwa semua SKPD pasti memiliki
berbagai inovasi masing-masing. Hanya
saja karena tidak pernah atau belum dilaporkan sehingga tidak terekspos.
“Ke depan saya
harapkan kepada Bapelitbang sebagai Leading Sektornya dapat mendata ulang
kembali dan melaporkan inovasi di SKPD Pemkab Berau lainnya, jika kita kompak
dan serius, predikat kita bisa naik dengan skor yang tinggi,” tegas Wabup.
Sementara itu
Kepala Badan Bapelitbang Endah Ernany Triariani membenarkan jika respons SKPD untuk melaporkan inovasinya
masih sangat rendah. Kondisi itu membuat skor yang diperoleh Kabupaten Berau
juga rendah. Melalui momen sosialisasi kali ini, Endah Ernany berharap agar
SKPD semakin semangat dan merespons baik untuk inovasi ini.
“Optimis bila
semua SKPD punya inovasi melaporkannya, maka
skor kita juga ke depan juga bisa naik,” tegas Endah Ernany.
Masih
di tempat yang sama, Jonggi selaku narasumber menyambut baik kegiatan
sosialisasi inovasi ini. Menurutnya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017
tentang inovasi daerah Sudah sangat jelas dan pentingnya daerah memiliki
inovasi. Sebab tanpa inovasi, sebuah
kota akan lambat untuk berkembang.
“Sekarang ini
kan sudah jaman digital, sehingga sudah seharusnya metode kerja kita juga
berbasis aplikasi, salah satunya melalui inovasi. Meskipun inovasi ini tidak
selalu bentuknya aplikasi digital, banyak jenis dan bentuknya inovasi yang
sifatnya untuk menunjang dan mendongkrak program kerja untuk meningkatkan daya
saing baik internal kerja, regional maupun nasional,” tutup Narasumber.
(sep/FN)